Minggu, Oktober 16, 2016

Di tebing - yang engkau lepasi garis.

Malam sudah terlalu malam dan rasa penat telah mengelabui mata kita kang. Di waktu-waktu ini, kita lebih menghargai tilam dan selimut nan empuk daripada meneliti perbualan panjang. Aku akui kerap kali menggantung perbualan kita lalu memilih terus terjun dalam mimpi. Yang mana engkau berlembut menikmati kelemahanku; terus berdikit-dikit mengajar aku mencintai kelemahan kita kang.

Hari-hari dan masa-masa kita tiada titik pertembungan kang. Aku dengan duniaku, bahkan engkau tidak aku tahu kondisi di mana. Kita hanya berhubung lewat laman decip yang mana itupun telah kita simpulkan pelbagai persoalan aneh perihal hidup. "Aku pasti kecekalan akan menuntunmu kang,"

Di tebing - yang engkau telah melepasi garis. Kalau kematian nan datang menjemputmu kang, itu biasa. Kalau engkau yang menjemput datang kematian; berat sekali sumpahanmu kang. Raikan bukan selalu dengan kebahagiaan menipu diri. Raikan dengan sabar; kebahagiaan akan datang. Mengucup pipi engkau kang.

Yang Tekun Belajar Perihal Kang,
Mai Radhiallah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar