Separuh kopi, separuh manusia.

Khamis, Ogos 17, 2017 Mai Radhiallah 0 Comments



"Berapa second kalau ikut buku?"

"21-24"

"Sekarang?"

Dia menghalakan jam rindik kearahku sehingga mata kami terhenti pada pandangan yang sama. Tangan kanannya masih kemas memegang group handle. Perlahan-lahan espresso turun memenuhi ruang cawan hitam bersaiz sederhana, grande.

24s, 25s, 26s, 27s...

Bepppp..  "27s"

0 ulasan:

Drown

Isnin, Ogos 07, 2017 Mai Radhiallah 1 Comments


"Never commit a mortal sin, it will curse you,"

At the end of the day, aku masih percaya agama adalah salah satu radas bagi menyelamatkan seorang depression survivor. Akhirnya mereka akan kembali kepada Tuhan. Punk, anarki, skinhead, pelacur, munafik, pencuri, apa sekalipun pegangan yang kau anuti; Tuhan akan depakan tangan seluas-luasnya untuk kau berlari kembali berdakapan dengan-Nya.

Kau pernah dengarkan cerita seorang pembunuh yang membunuh 99 orang; berkeinginan untuk bertaubat? Kemudian angka itu meningkat menjadi 100 apabila orang yang dirujuk adalah seorang penghukum; memberitahu tiada lagi jalan keluar. Ya. Sadis. It will lead to depress. Dan satu hal yang aku kagum dengan pembunuh ini, he doesn't lose hope. Dia masih cari harapan-harapan untuk pulang kepada Tuhan.

(Senyum)

Katakan, "O hamba-hambaku yang telah melampaui batas terhadap diri sendiri (berbuat dosa), jangan kamu berputus asa dengan rahmat Tuhan. Sesungguhnya, Tuhan Maha Pengampun lagi Maha Peyayang. Dan kembalilah kepada Tuhan kami, dan berserah diri kepada-Nya, sebelum azab mengunjungimu; kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi)."

Committed a mortal sin. 

Repent (Hope).

Live happily. 

Okay. Is enough to write all saddest part I guess. For the next post, let talk about something else like book? Music? Oh Damien Rice! His back okay. His back :)

(Credit photo: Google)

1 ulasan: