Jumat, September 02, 2016

Orang-orang yang melewati kamar tidurku

Selamat datang, orang-orang pecah yang mengunjungi lewat malamku. Jemput masuk ke kamarku yang busuk dan berbau. Kalian boleh menggantung jaket, ponco, veste atau apa-apa yang berkenaan di balik pintu. Kalian juga boleh ikut sekali susun sepatu atas rak kayu. Kemudian bersandarlah kalian di mana-mana sahaja sudut ruang kamar yang mampu memberikan keselesaan maksimal buat kita diami malam ini. Dipersilakan.

O Orang-orang pecah,

Telah lama ku sediakan santapan dan permaidani empuk untuk kalian duduk-duduk dan beramah seperti tiada lagi hari siang untuk esok. Bakul-bakul rezeki pun telah aku penuhkan sejak hari ke hari dengan buah-buahan dari Pekan Pak Dionisos. pamanku - dewa pesta. Kata pamanku, ranggupnya buah-buahan ini akan mengalirkan kegembiraan seperti terasa di Sorga! Kalau-kalau kalian tersedak di darmawasita perbualan kita, usah kuathir - telah ku petik bintang-bintang paling ranum dan memerah isinya dengan sepenuh tenaga di teko bulan untuk hilangkan dahaga kita. Mari orang-orang pecah.

Setelah dunia dan sekitarnya mengherdik orang-orang pecah seperti kalian, usah kuathir. Telah ku pesan pemusik-pemusik lentera untuk turun berpesta zikir dan kita boleh bergotong-royong menyinsing lengan memotong doa-doa untuk dipersembahkan pada Tuhan. Kalau Tuhan juga tidak menghiraukan orang-orang pecah seperti kalian; Tuhan bukan Tuhan.

Terhancur-lebur kebal rusukku,
Berkecai-sepai terpecah belah,
Terima kasih atas ajarmu,
'Kita' tak wujud.
Ah, tak pernah.

Biar subuh mampir berdikit-dikit mendakap kita dengan matanya yang kuyu;
Kalian boleh terus tetap berada dikamarku, orang-orang pecah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar