Senin, September 05, 2016

Bersama juang membunoh malam

Malam terus berganti lagi. Saya telah kembali tersenyum di balik gebor biru. Menanti biri-biri kelabu datang dari sorga. Melompat menari satu demi satu di anatara siling kipas. Petikan gitar adalah instrumen kegemaran  buat masa ini. Dalam damai Tuhan tarik saya masuk perlahan-lahan ke dunia absurd.

Tuhan,

"Take my hand, take my whole life too."

Saya akan senantiasa menulis. Untuk beringat-ingat. Perihal Hutan, Matahari, Bintang-bintang, Bulan, Laut. Kemudian seantero semesta akan saya beri peranan untuk berjuang hidup aman damai di dalam kota penulisan. Saya menjanjikan kebahagiaan untuk kita di sini. Bahkan kalian akan bahagia menari syukur berada dalam penulisan ini. Lebih bahagia dari orang-orang terbahagia di dunia.

Tuhan telah hapuskan bulir-bulir air mata.
Datang dan mendakapku;
Bersama juang membunuh malam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar