Kamis, Agustus 18, 2016

Cigarette in one hand, whiskey in other

Apa yang secara tidak sadar saya lakukan malam itu adalah menjelaskan betapa dalamnya keputus-asa-an saya. Saya tidak tahu lagi bagaimana cara hidup. Dan tampaknya tak seorang pun menyadari betapa ketakutannya saya. Tak seorang pun mau mendengarnya.

Masalahnya adalah ketika orang memutuskan bahwa apa yang tampaknya seperti sebuah usaha bunuh diri “hanyalah” sebuah teriakan minta tolong, mereka kadang-kadang menyimpulkan bahwa panggilan tersebut tidak perlu dijawab. Bahkan, mereka memutuskan lebih baik tidak menanggapi, karena pasien tersebut tidak boleh didorong untuk melakukan tingkah neurotis semacam itu. Dia mesti belajar untuk menunjukkan rasa sakit dengan cara yang sederhana dan langsung, tanpa mengambil jalan simbolisme yang berlebihan seperti itu. Tetapi, saya telah mencoba menjelaskan ketakutan dan kebingungan saya, sejelas yang saya mampu, dan tetap tak ada bantuan yang datang.

-Karen Armstrong, Menerobos Kegelapan

Bahan bacaan kegemaran telah bertukar menjadi sesuatu yang mengerikan. Kerap kali membuat carian perihal depresi, afraid of fear, losing, death, dan segala yang berkaitan rapat dengan kegelapan. Eva mengklasifikasikan aku sebagai orang mengarut dan tidak realistik; segala-gala yang memakan abdomenku perlahan-lahan.

Dunia ini menyedihkan, layak kita akhiri, mari bunuh diri.

1 komentar:

  1. Anonim23:08

    Bukan Mai yang aku kenal. Kembalikan, Mai!

    BalasHapus