Selasa, Juli 05, 2016

Adakah Mama sedang menunggu untuk dipulangkan ?

Hari ini (hari di mana segala kekuatan aku rebah), aku sangat berharap Mama pulang bermain dengan rambut ikalku. Nanti dia sisirkan rambutku guna sikat oren sambil mengomel, "Rambut ini mahkota perempuan. Dari rambut kita boleh lihat karektor seseorang." Selalunya aku hanya diam mendengar dan terkadang bersuara sakit bila tangan tegap Mama meraup penuh rambutku. 

Bau minyak zaiton mengambil ruang.

"Baba suka perempuan rambut panjang."

Bilang dia dengan suara senyum. Cerita yang tidak pernah gagal Mama ungkit tiap kali kami menyisir rambut. Untung sekali Mama dan Baba. Cinta mereka sangat suci dan bertahan sehingga Tuhan tidurkan Mama.

Tuhan, pulangkan Mama kami dalam mimpi. Aku mau dia merangkul aku dan redakan dari esakan tangis bawah selimut kecil. Aku tidak kuat lagi, Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar