Jumat, Juni 26, 2015

afcw

Menulis sesuatu dengan permulaan yang bagus bukan lagi suatu kemestian buat kita. Bagaimana ia diintepretasikan samada dengan cantuman suku kata atau dibiarkan sengaja juga sudah tidak penting buat kita. Tidak. Kita tidak akan pernah putus asa dengan jalan ini. Sehingga Ramadan pun terbit waktu kita masih bersujud lagi.

Adakah kebodohan kita memapah segala dosa-dosa dimuntahkan oleh tanah menyebabkan mereka yang 'bijaksana' terus menerus berbalah lidah ? Anak sungai merengek meminta ampun agar dipelihara juga seakan tahu melalui hilang jernih warna-nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar